Google+

Tim Impian

Tinggalkan komentar

Tim Impian

By: Fajri Zufa

Duuuk…, itulah sebuah bunyi yang kudengar, ketika aku dan teman-teman lagi asyik makan di kantin sekolah, lalu kami semua pun berlari dan melihat ke luar, ternyata bunyi itu berasal dari lapangan voli. Kemudian, bola diangkat lagi oleh toser, dan kembali duuuk…, itulah bunyi smash yang dilakukan oleh seseorang yang tidak aku kenal. Lalu aku bertanya pada Ardi, “Di, siapa itu yang barusan melakukan smash?”, kemudian Ardi menjawab, “enggak tahu, Bi”. Aku jadi bingung, dan berkata dalam hati, “Kok bisa ya anak yang paling gaul di sekolah ini, gak tahu itu siapa”, lalu aku bertanya lagi pada Hide, kemudian Hide dengan cool menjawab, “oh itu, itu namanya pak Baron, guru olahraga kita yang baru”. Setelah mendengar jawaban dari Hide, baru aku dapat menuntaskan rasa penasaranku.

Sore harinya, seperti biasa murid-murid yang mengikuti ekstrakulikuler voli melakukan latihan. Pada sore itu juga, ada satu keanehan, yaitu bapak kepala sekolah kami datang bersama orang yang bernama Baron itu. Setelah kami dikumpulkan di lapangan voli, bapak kepala sekolah lalu mengumumkan bahwa orang yang bernama Baron itu akan menjadi pelatih voli kami yang baru. Awalnya kami senang dengan keputusan itu, Reval berkata, “Tim voli kita akan jadi dream team nih, setelah dilatih sama master voli itu” lalu kami semua menjawab setuju atas perkataan Reval. Setelah itu, kami pun mulai berlatih. Latihan pada sore itu hanya melakukan passing dan servis saja.

Pada saat latihan voli kedua bersama pak Baron, Pak Baron mengatakan bahwa ia ditunjuk untuk melatih kami, agar kami dapat menjadi juara pada kejuaraan “Cyber Cup”, kejuaraan olahraga rutin yang dilaksanakan sekolah kami, SMA Negeri 101 Bengkulu. Pak Baron juga mengatakan bahwa untuk menghadapi kejuaaraan tersebut kami harus rajin latihan voli dan latihan fisik. Di dalam hati, aku berjanji akan  terus berlatih dan memenangkan kejuaraan tersebut.

Pada latihan-latihan berikutnya, kami mulai disuguhi latihan yang berat. Latihan fisik yang biasanya berlari satu putaran keliling sekolah, ditambah menjadi dua putaran keliling sekolah. Latihan passing yang biasanya menggunakan bola voli, sekarang diganti dengan melakukan passing menggunakan bola basket, begitu pula latihan servis, smash, dan block. Kami juga sering latihan tanpa menggunakan bola. Pak Baron melatih kami dengan disiplin yang keras, kalau seseorang terlambat datang latihan, maka ia akan dihukum dengan latihan fisik yang lumayan berat.

Pada suatu hari, Sahrul, sang ketua voli mengajak kami berkumpul untuk membicarakan masalah latihan yang berat dan disiplin itu. “Aku kira orangnya baik, eh ternyata keras dan disiplin benar orangnya” Nico memulai pembicaraan. “Aku sudah tidak kuat lagi dilatih sama pak Baron” lanjut Ardi. Aku sebenarnya juga merasakan hal yang dirasakan mereka, tetapi aku sudah berjanji dalam hatiku akan terus berlatih dan memenangkan kejuaraan. Ketika Sahrul bertanya kepadaku, ” Bagaimana menurutmu, Bi?”, lalu aku menjawab, “Menurutku, kita harus jalani ini semua agar kita dapat memenangkan kejuaraan Cyber Cup, walaupun latihannnya keras pasti akan ada hikmahnya bagi kita”. Setelah mendengar jawabanku, mereka akhirnya setuju dan akan terus berlatih demi tercapainya cita-cita untuk memenangkan kejuaraan Cyber Cup.

Pada latihan berikutnya, kami mulai berlatih dengan semangat dan serius walaupun latihannya lumayan berat, dan pada latihan hari itu juga aku dilatih sebagai toser. Setelah beberapa pekan berlatih, kami baru merasakan manfaat dari latihan tersebut, lari ditambah menjadi dua putaran keliling sekolah, agar fisik kami menjadi kuat, latihan passing menggunakan bola basket, agar kami terbiasa dengan bola smash-an yang keras. Seperti kataku, walaupun latihannya keras pasti akan mendatangkan suatu hikmah.

Tidak terasa, dua minggu lagi kejuaraan Cyber Cup akan dilaksanakan, sehingga pada latihan hari itu pak Baron memilih murid-murid yang akan dijadikan tim inti voli sekolah. Sahrul dan Reval ditunjuk sebagai spiker, Nico sebagai libero, Hide dan Ardi sebagai back, dan tentu saja aku sebagai toser. Setelah dipilih hari itu, kami mulai diajarkan posisi-posisi dan strategi-strategi dalam permainan bola voli.

Ketika satu minggu sebelum kejuaraan Cyber Cup, tim voli kami mengadakan sparing dengan tim SMA Negeri 109 Bengkulu. Pada pertandingan hari itu kami menang, setelah sahrul melepaskan smash-nya.

Pada hari itu, kejuaraan Cyber Cup dimulai. Kami bertanding melawan SMA Negeri 102 pada babak penyisihan, dan pada pertandingan itu kami menang dengan skor yang cukup telak. Setelah terus memenangkan pertandingan, akhirnya tim voli kami sampai juga di final. Pada pertandingan final, kami akan menghadapi tim tangguh MAN modern Bengkulu, tim tersebut memiliki dua pemain tim inti voli provinsi Bengkulu yaitu Sono dan Jeo. Walaupun begitu, kami akan terus berusaha untuk memenangkan pertandingan tersebut. Pada babak pertama, kami kalah 20-25, dan dibabak kedua kami menang dengan skor 25-23. Pada babak terakhir, ketika kedudukan 17-21, aku yang harus melakukan servis dan aku pun melakukannya dengan sangat baik hingga kami mengungguli mereka 22-21,dan akhirnya kami memenangkan pertandingan final setelah smash-an terakhir dari Sono jatuh di luar lapangan.

Kami sangat bahagia dengan peristiwa tersebut, akhirnya kami meraih cita-cita kami untuk menjadi juara pada kejuaraan Cyber Cup. Dalam hati aku berkata, “Itu berkat semangat, doa dan latihan keras dari pelatih kami, pak Baron”. Dan Kami layak untuk menyandang gelar sebagai “The Dream Team”, Sahrul, Reval, Hide, Nico, Ardi, dan juga aku, Fabi.

Istilah-Istilah :

Toser               : Pengumpan bola                    Back                : Pemain bertahan

Smash              : Pukulan keras menukik           Block               : Menghalangi smash

Passing            : Operan                                  Dream team     : Tim impian

Servis              : Pukulan awal

Spiker              : Pemain penyerang

Libero              : Pemain tengah / center

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.852 pengikut lainnya

About Me


About gue??
Hmm, gue sering dibilangin kuper lah, pendiam lah, culun lah..terserah apa kata orang..
Gue ya gini,.cowok melankolis apa adanya..gue selalu berusaha untuk mempelajari sesuatu & berbuat yang terbaik untuk siapa saja, kapan saja, dan dimana saja..asal bisa nyenengin..

%d blogger menyukai ini: