Google+

Pesona Film Perahu Kertas

Tinggalkan komentar

15 September 2012 oleh fajrizufa

Perahu KertasSaya nonton film ini pas bener baru masih awal-awal keluar di bioskop..abis buka bersama dan tarawehan, langsung deh ngaciir ke bioskop. Setelah siangnya, liat-liat film yang akan di putar 21, saya pilih film ini. Selain ceritanya melankolis banged, ada Maudy Ayunda nya lagi..GAG NOLAK..Nonton bareng dua temen nii. Kirain antri, eh ternyata lancar tiketnya…dapat bangku baris kedua dari atas lagi…

Sekilas ngeliat penokohannya, udah pas banget lah, Kugy diperankan Maudy Ayunda yang kecil unyu-unyu, dandanan ngaco, agak semrawut tapi tetep imut. Keenan yang blaster kumpenik Belanda oleh Adipati Dolken, sesuai dengan yang digambarkan Dee di versi novelnya. Duet tokoh Noni-Eko oleh Sylvia Fully dan Fauzan Smith yang gokil mampu menghidupkan sisi komedi film.

Peran Kugy di tangan Maudy cukup mengena dengan icon jam kura-kura ninja-nya yang sangat mengidentifikasi. Pembawaan karakter Kugy yang ceria, mudah bergaul sekaligus introvert sudah sangat menjiwai. Gesture radar neptunus yang coba ditampilkan dengan dua jari telunjuk membingkai kepala sangat memungkinkan berkembang menjadi sebuah ‘trend setter‘ bagi para penggemar perahu kertas.

Kemunculan Titi DJ dan Ben Kasyafani yang meski hanya sekilas namun cukup mewakili keunikan deskripsi tentang K’s family dan memberi kesegaran tersendiri. Kalau Remi hadir sebagai opsi pasangannya Kugy, sementara tokoh Luhde dimunculkan sebagai mbak cantiknya Keenan, setelah periode bubaran Kugy-Ojos dan Keenan-Wanda. Elyzia Mulachela tampil sangat balinese dan cantik menjelma anggun sebagai Luhde. Saya cukup surprise dengan kemunculan Dee di depan kamera meski hanya selintas sebagai tokoh penilai lukisan Keenan.

Dari segi alur cerita ada hal penting dari nafas novel yang tidak sempat ditampilkan dalam film. Seperti ketika ternyata Keenan tidak ‘mengambil peran’ dalam mengajar sakola alit, sementara versi novelnya, Keenan sebenarnya mendapatkan tempat tersendiri di hati anak-anak didik sakola alit. Cukup dimaklumi karena tidak mudah memasukkan ke-kompleks-an cerita novel dalam durasi film.

Bagi para pembaca novel perahu kertas, sangat mudah untuk memahami apa yang mencoba disampaikan oleh film. Adegan per adegan mengalir mengingatkan bagian-demi bagian novel. Saya menyukai angle-angle pengambilan gambar yang berhasil memanjakan mata, seperti penggambaran sakola alit dengan accessoriesnya yang sekedar bentangan tali digantung beberapa hiasan dari kaleng bekas. Atau ketika Kugy yang asyik dengan dunianya, mencoba berkomunikasi dengan ‘Si Nus‘ -panggilan untuk Neptunus-, menghanyutkan perahu kertasnya. Pengambilan gambar untuk detail rel kereta atau ketika Kugy dan Keenan terjebak kereta macet dalam perjalanan Bandung-Jakarta. Detail-detail tradisional yang sangat Indonesia tampil dalam scene-scene Tari Kecak Bali, memberi nilai artistik pada film ini.

Terasa sedikit tanggung ketika menjumpai akting Maudy menangisi hubungan perpisahannya dengan Ojos, kekasih yang telah dipacari Kugy sejak masih duduk di bangku SMA, kurang bisa memberi perasaan mendalam kepada pemirsa. Atau ketika episode Kugy bersama Remi, atasan Kugy di dunia kerja, justru memberi penggambaran kepada penonton lebih memihak Kugy untuk happy ending ever after bersama Remi ketimbang bersama Keenan . Karakter Remi terlihat lebih hidup dan Keenan tampak tenggelam di balik pesona Remi yang natural diperankan oleh Reza Rahardian.

Tidak ada tokoh antagonis dalam perahu kertas, tetapi konflik yang ditampilkan Dee mengalir natural, sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dicerna pembaca maupun penonton. Meski the movie-nya hadir secara bersambung, terlepas dari kekurangan di sana sini, saya yakin, penggemar perahu kertas masih menanti kelanjutan versi filmnya. Perahu kertas telah tampil luwes dalam bercerita tentang drama di atas kebanyakan romansa yang dihasilkan industri film Indonesia.

Film ini juga yang mendasari saya buat blog ini,..bukan radar neptunus, tapi >>>>

“RADAR SATURNUS”

Karena tanggal lahir saya tanggal 6, dan planet ke-8 dari tata surya adalah SATURNUS. so, jadilah saturnus jadi nama blog ini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.852 pengikut lainnya

About Me


About gue??
Hmm, gue sering dibilangin kuper lah, pendiam lah, culun lah..terserah apa kata orang..
Gue ya gini,.cowok melankolis apa adanya..gue selalu berusaha untuk mempelajari sesuatu & berbuat yang terbaik untuk siapa saja, kapan saja, dan dimana saja..asal bisa nyenengin..

%d blogger menyukai ini: