Google+

Cintai Pekerjaan yang Telah Anda Dapatkan

Tinggalkan komentar

11 September 2012 oleh fajrizufa

Cintai Pekerjaan AndaDi kantor, pasti Anda pernah menemui orang-orang yang selalu mengeluhkan pekerjaannya. Mereka bilang terlalu susah, terlalu berat, terlalu gampang, terlalu sedikit waktu, terlalu ecek-ecek, dan terlalu ini dan  itu. Jadinya, banyak juga orang yang jadi kutu loncat, pindah sana pindah sini. Mungkin, pertanyaan yang tepat bukannya, “bagaimana saya  bisa memperoleh pekerjaan yang saya sukai?”, tapi “bagaimana saya bisa mencintai pekerjaan yang telah saya peroleh?”
Di bawah ini ada empat langkah praktis yang dapat membantu Anda melakukannya. Merenunglah sebentar untuk memikirkannya, dan Anda akan  terkejut akan hasilnya.

  1. Sadari bahwa pekerjaan tidak mendefinisikan Anda, tetapi Andalah yang mendefinisikan pekerjaan itu Ada banyak yang bisa dikatakan tentang  sikap, lebih banyak daripada yang bisa dituliskan. Pekerjaan apa pun  bisa dilakukan dengan baik, dengan penuh kecintaan dan perhatian.  Sikap Anda terhadap pekerjaan dan cara Anda memperlakukan orang – bahkan  juga suasana hati Anda – akan cepat dikenali. Hal-hal itu akan  berpengaruh pada rekan kerja Anda. Memang ada waktu-waktu di mana Anda  tak bisa mengontrol situasi, tapi Anda akan selalu dapat memilih cara  terbaik untuk menghadapinya.
  2. Berhentikan memfokuskan diri pada uang. Uang sebanyak apa pun tak akan  pernah cukup. So, berhentilah menggunakan kekurangan uang sebagai alasan  untuk tidak mencintai pekerjaan. Entah waktu gajian atau tidak, selalu ada saja keinginan untuk berbelanja. Lihatlah di mana uang Anda  berakhir. Jangan bekerja hanya untuk dibayar atau cari makan, tapi untuk kepuasan Anda.
  3. Temukan kepuasan pada setiap apa yang Anda kerjakan Ini mungkin akan  membuat Anda harus berpikir keras, tapi bukannya tak bisa dilakukan.  Sisakan waktu untuk benar-benar memikirkan apa yang ingin Anda kerjakan. Tanyakan pada diri Anda, “bagaimana cara membuat pekerjaan ini  berbeda, karena aku yang mengerjakannya?” Perspektif memainkan peranan  besar dalam memenuhi sense of well being dan kepuasan seseorang. Cobalah mengingat mengapa Anda menerima pekerjaan ini. Bila ini cuma pekerjaan  untuk ‘mengisi waktu’, apakah Anda mencari pekerjaan lain secara aktif?
  4. Berani bertanya pada diri sendiri apakah Anda pantas memperoleh pekerjaan ini Bila Anda tak bisa menemukan bagian dari pekerjaan yang  bisa Anda senangi, atau Anda merasa tak bisa berakhir seperti rekan-rekan kerja Anda, pertimbangkan lagi alasan-alasan untuk menerima pekerjaan  ini. Bisa jadi, bukan pekerjaan baru yang Anda butuhkan, melainkan arah  baru. Apakah Anda menyukai orang yang melakukan pekerjaan seperti Anda? Bila tidak, apakah ada perubahan yang bisa Anda lakukan untuk pekerjaan  ini, atau jangan-jangan pekerjaan ini memang sumber masalah Anda? Apakah  Anda lebih menyukai posisi lain di perusahaan yang sama? Apakah tambahan  tanggung jawab akan memuaskan Anda?  Pertanyaan-pertanyaan di atas akan mengarahkan Anda kepada ‘cinta atau  tidak cinta’ kepada pekerjaan. Tanyakan juga pada diri Anda mengapa Anda  merasa pekerjaan ini tidak memuaskan. Kesadaran ini akan membimbing Anda  kepada kepuasan terbesar yang bisa Anda peroleh dari sebuah pekerjaan.  Tingkatkan sense of well being, tingkatkan kontrol diri, daripada cuma  ‘mengalir tak tentu arah’. Mungkin, sudah saatnya melakukan perubahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.852 pengikut lainnya

About Me


About gue??
Hmm, gue sering dibilangin kuper lah, pendiam lah, culun lah..terserah apa kata orang..
Gue ya gini,.cowok melankolis apa adanya..gue selalu berusaha untuk mempelajari sesuatu & berbuat yang terbaik untuk siapa saja, kapan saja, dan dimana saja..asal bisa nyenengin..

%d blogger menyukai ini: